7+ Teori Masuknya Islam ke Indonesia [Terlengkap]

Teori Masuknya Islam ke Indonesia – Islam merupakan salah satu dari banyaknya agama yang dianut oleh mayoritas dari warga negara Indonesia.

Para ahli sejarah memprediksi bahwa agam Islam mulai masuk ke Nusantara ini sejak abad ke-7 sampai dengan abad ke-13.

Kemudian proses untuk mengislamkan di Indonesia ini memakan waktu yang sangat lama. Sampai akhirnya ajaran Islam tersebut bisa diterima dan sekarang sudah menjadi salah satu agama mayoritas masyarakat di Indonesia.

Terdapat beberapa teori seputar pertama kali agama Islam mulai masuk ke Indonesia. Simak ulasan berikut.

Macam-Macam Teori Masuknya Islam ke Indonesia

Beragam jenis teori mengenai masuknya Islam ke Indonesia ini perlu diketahui agar kita semua tidak pernah melupakan sejarah awal masuknya Islam ke Nusantara ini.

Berikut merupakan macam-macam teori masuknya Islam ke Indonesia antara lain:

1. Teori Benggal (Bangladesh atau Benggali)

Teori Masuknya Islam ke Indonesia

thelocal.de

Pada terori Benggal ini dikemukankan oleh S.Q. Fatimi. Kalau menurut teori ini, Islam datang dari Benggal ke wilayah Indonesia sejak abad ke-11.

Teori ini berdasarkan banyaknya para tokoh terkenal di Pasai yang merupakan keturunan dari Benggali tersebut.

Nah, menurut teori Benggal ini tentang keberadaan makam Sultan Pasai yaitu Malik As-Shaleh serta batu nisan Fatimah di Leren daerah Gresik juga menjadi salah satu bukti masuknya Islam dari Bengga ke dalam Nusantara.

Jadi berdasarkan teori ini, keberadaan batu nisa yang terdapat di Pasai dengan Gujarat itu merupakan sebuah kekeliruan.

Menurut S.Q. Fatimi, bentuk serta gaya batu nisa Malik Al-Shaleh sangatlah berbeda dengan batu nisan yang ada di Gujarat, begitu juga dengan batu-batu nisa yang ditemukan di Nusantara.

Fatimi berpendapat bahwa bentuk serta gaya batu nisan tersebut mirip dengan batu nisan yang berada di Bengal.

Kelemahan teori ini juga berkenan dengan munculnya perbedaan madzhab yang dimiliki kaum muslim di Nusantara (Syafi’i) serta madzhab yang dianut oleh kaum Bengal yaitu (Hanafi).

2. Teori Gujarat

Teori Masuknya Islam ke Indonesia Teori Gujarat

en.wikipedia.org

Teori Gujuarat ini dikemukakan G.WJ. Drewes dan dikembangkan pula oleh Snouck Hurgronje.

Teori ini mengatakan bahwa masuknya Islam ke Indonesia itu berasal dari sebuah daerah di anak benua India, yaitu Gujarat.

Kemudian menurut Drewes mengenai pendapat tersebut itu didasarkan oleh kesamaan masyarakat Muslim yang bermadzhab Syafi’i dan pada saat itu menetap di Gujarat dengan orang-orang Gujarat tersebut yang datang lalu menetap di Indonesia.

Artikel terkait : Evolusi Teori Manajemen

Kalau menurut Snouck Hurgronje, ketika masyarakat muslim di Gujarat sudah kuat serta mengakar, maka sebagian dari mereka mulai melebar sayap ke wilayah-wilayah di sekitarnya, termasuk ke Indonesia tercinta.

Proses masuknya agama Islam ini ke Nusantara itu melalu jalur perdagangan yang dilakukan oleh para keturunan Nabi.

Maka dari itu para pendakwah dari Gujarat banyak yang dipanggil dengan gelar Syarif atau Sayyid, itu merupakan panggilan untuk orang terhormat yang masih mempunyai garis keturunan Nabi Muhammad SAW.

Teori Masuknya Islam Ke Indonesia

akrspindia.org.in

Jadi para pedagang dari Gujarat tersebut masuk ke Nusantara dengan berlayar melalui selat Malaka pada abad ke-13, melalui kontak kerajaan Samudra Pasai dan pedagang yang menguasai selat Malaka waktu itu.

Pada teori ini diperkuat dengan adanya batu nisan di makam Sultan Malik Al-Shaleh yang merupakan Sultan Samudera Pasai pada tahun 1297 yang bercorak khas Gujarat.

Selain itu, Marcopolo mengatakan bahwa di Perlak waktu itu banyak sekali pedagang Muslim India yang ditemui.

Meski seperti itu, teori ini juga memiliki kelemahan. Kelemahan dari teori gujarat ini adalah masyarakat Muslim di Samudera Pasai pada saat itu menganut madzhab Syafi’i.

Kalau masyarakat Muslim di Gujarat lebih banyak menganut madzhab Hanafi, ketika terjadi Islamisasi di Samudera Pasai, Gujarat masih merupakan Kerajaan Hindu.

3. Teori Malabar

Teori Masuknya Islam ke Indonesia

liputan6.com

Pada teori ini dikemukakan oleh Thomas W. Arnold dan Morisson. Teori Malabar ini mengatakan bahwa Islam itu datang ke Indonesia berasal dari Colomander serta Malabar.

Islam waktu itu diperkirakan datang ke Nusantara dibawa para penyebar Muslim dari pantai Coromandel di akhir abad ke-13.

Teori ini dikuatkan dengan kesamaan madzhab Muslim pada waktu itu di wilayah-wilayah Colomander dan juga Malabar yang dianut oleh masyarakat Nusantara.

Kalau menurut Morisson, Islam bukan datang dari Guajarat, karena saat itu belum memungkinkan Gujarat menjadi pusat penyebaran dan perdagangan yang menghubungkan wilayah Nusantara dengan Timur Tengah.

Artikel Terkait : Teori Disiplin Kerja 

Menurut Morisson, walaupun batu-batu nisan yang ditemukan di Pasai itu bisa jadi berasal dari Gujarat ataupun dari Bengal, hal tersebut tidak berarti Islam datang dari sana.

Menurut Morisson, tidak mungkin Islam sudah masuk ke Samudera Pasai di abad ke-13, karena waktu itu Gujarat merupakan kerajaan Hindu. Kemudian pada tahun 1298, Cambay, Gujarat ditakluki oleh kekuasaan Muslim.

Menurut pertimbangan ini, Morisson akhirnya mengemukakan bebepara pendapatnya bahwa Islam di Indonesia bukan berasal dari Gujarat, melainkan dari para penyebar Muslim dari pantai Coromandel serta Malabar.

4. Teori Persia

Teori Masuknya Islam ke Indonesia

sudutsekolah.com

Kalau teori ini dikemukakan oleh Umar Amir Husen dan juga Hoesein Djajadiningrat. Kalau menurut pendapat mereka, Islam itu masuk ke Indonesia karena dibawa oleh Muslim Syi’ah Persia waktu abad ke-7 M.

Teori tersebut didukung oleh beberapa bukti, salah satunya adalah dengan adanya sebuah peringatan 10 Muharram (Asyura’) atas wafatnya cucu dari Nabi Muhammad yaitu Husein, yang kebetulan pada waktu itu sangat dijunjung oleh umat Muslim Syi’ah di Iran.

Selain daripada itu, kesamaan ajaran sufi serta bentuk dari seni kaligrafi pada beberapa batu nisan di Indonesia dengan yang terdapat di Persia tersebut semakin mendukung teori ini.

Tetapi teori ini juga mempunyai kelemahan. Jika dikatakan Islam masuk dari abad ke-7, maka kekuasaan Islam di Timur Tengah tersebut masih dalam genggaman Khalifah Umayyah yang terletak di Makkah, Damaskus, serta Baghdad.

Jadi sangat tidak memungkinkan bagi para ulama untuk menyokong penyebaran agama Islam secara besar-besaran ke Indonesia.

5. Teori Arab atau Makkah

Teori Masuknya Islam ke Indonesia

edukasiislam.over-blog.com

Menurut teori Arab ini, Islam itu datang langsung dari sumbernya, yaitu Arab. Nah, teori ini banyak sekali dianut oleh para ahli sejarah yang intens akan kajian Islam di Asia Tenggara, Diantaranya yaitu:

  • Van Leur
  • Anthony H. Jhons
  • T.W Arnold
  • Buya Hamka
  • M. Yunus Jamil
  • Naquib Al-Attas
  • Crawfurd.

Teori tersebut meyakini bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M. Para musafir dari Arab yang mempunyai semangat dalam menyebarkan Islam termasuk ke wilayah Nusantara ini.

Teori Masuknya Islam ke Indonesia

Arabianbusiness.com

Teori ini juga didukung dengan bukti bahwa pada tahun 674 tepatnya sekitar abad ke-7, di daerah pantai Sumatera sudah terdapat perkampungan Islam (Arab).

Hal tersebut juga didukung dengan adanya berita China yang mengatakan bahwa pedagang dari Arab sudah mendirikan perkampungan di kanton sejak abad ke-4.

Untuk bukti berikutnya yaitu kesamaan madzhab yang dianut para penduduk muslim di Samudera Pasai dengan madzhab Syafi’i yang dianut muslim di Makkah.

Artikel Terkait : Teori Evolusi Kimia

Para pakar sejarah yang mendukung akan teori ini juga mengatakan bahwa pada abad ke-13 telah berdiri kekuasaan politik Islam, jadi masuknya Islam ke Nusantara itu terjadi jauh sebelumnya yaitu abad ke-7 dan yang berperan besar dalam proses penyebaran yaitu bangsa Arab sendiri.

6. Teori China

Teori Masuknya Islam ke Nusantara

kedaipena.com

Teori China ini dikemukakan oleh Slamet Mulyana serta Sumanto Al Qurtuby. Pendapat dari teori ini, masuknya Islam ke Indonesia itu dibawa oleh seorang perantau muslim China yang datang ke Indonesia.

Kalau dasar dari teori ini yaitu terjadinya perpindahan orang muslim China dari kanton ke Asia Tenggara, terkhusus Palembang di tahun 879 M.

Artikel Terkait : Teori Konflik Karl Marx

Selain daripada itu juga terdapat catatan China yang mengatakan bahwa pelabuhan-pelabuhan di Nusantara pertama kali ditempati oleh para pedagang yang berasal dari China.

Untuk bukti lainnya menurut pendapat teori ini yaitu adanya masjid yang tua berarsitektur bangunan China di Jawa.

Raja pertama Demak yaitu Raden Patah yang berasal dari keturunan China, dan gelar para raja-raja Demak yang ditulis memakai istilah China.

7. Teori Maritim

Teori Masuknya Islam ke Nusantara

viapulsa.com

Pada teori ini dikemukakan oleh ahli sejarah yang berasal dari Pakistan, N.A. Baloch. Teori menyatakan bahwa perluasan Islam di Nusantara itu tidak dapat dilepaskan dari kemampuan umat Islam dalam menelusuri Samudera.

Pada teori ini tidak menjelaskan asal Islam yang berkembang di Nusantara. Akan tetapi yang jelas menurut teori ini, masuknya agama Islam ke Indonesia itu terjadi sekitar abad ke-7 M.

Nah, dari seluruh teori yang dibahas di atas tadi, secara umum para ahli sejarah mengakui bahwa pertama kali Islam masuk ke Nusantara ini masih belum jelas sekali. Artinya, karena sangat kurangnya informasi yang bisa diyakini.

Rumusnya yang jelas mengenai kapan, dari mana, oleh siapa serta bagaimana awal masuknya Islam ke Indonesia belum ada kepastian.

Walaupun demikian, kalau secara umum para ahli sejarah itu menyatakan bahwa Islam ke Indonesia kemungkinan besar melewati kontak perdagangan yang sudah ada bahkan sebelum adanya agama Islam.

Daftar Teori-Teori Masuknya Islam ke Indonesia

Daftar Nama-Nama Teori Masuknya Islam ke Indonesia
1. Teori Benggal (Bangladesh / Benggali)
2. Teori Gujarat
3. Teori Malabar
4. Teori Persia
5. Teori Arab / Makkah
6. Teori China
7. Teori Maritim

Demikian pembahasan seputar teori masuknya Islam ke Indonesia yang bisa kami rangkum. Semoga bisa menambah wawasan sejarah untuk diri anda serta bisa bermanfaat. Terimakasih.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply

    %d blogger menyukai ini: