√5+ Teori Permintaan dan Penawaran Uang | Beserta Kurva

Teori Permintaan dan Penawaran Uang

Teori Permintaan dan Penawaran Uang – Pasar Uang merupakan sebuah tempat dimana akan bertemunya sipemilik jangka panjang bisa menawarkan pada calon peminjam yang memang membutuhkan. Baik secara langsung ataupun tidak.

Pasar uang sendiri terdiri dari penawaran dan permintaan uang. Jadi maksud dari penawaran uang tersebut yaitu yaitu jumlah uang yang beredar pada masyarakat. Seperti yang terdiri dari uang giral dan uang khartal.

Sedangkan permintaan uang merupakan keseluruhan jumlah uang kertas yang mau dipegang oleh suatu masyarakat ataupun perusahaan. Dan biasa disebut sebagai kebutuh masyarakat terhadap uang tunai.

Pengertian Teori Permintaan dan Penawaran Uang

Teori Permintaan dan Penawaran Uang
youtube.com

Sebelumnya sudah kita bahas mengenai teori atom Rutherford, silahkan bisa dibaca terlebih dahulu.

Dalam teori ini, uang merupakan sebuah benda yang disepakati oleh seluruh masyarakat untuk dipakai sebagai alat perantara dalam mengadakan tukar menukar pada suatu perdagangan.

Jadi, yang dimaksud dengan setuju disini yaitu adanya sebuah kesepakatan antara anggota masyarakat dalam memakai satu atau beberapa benda yang digunakan untuk alat dalam pembayaran.

Teori Uang dalam Permintaan dan Penawaran

Teori Permintaan dan Penawaran Uang
Pixabay.com

Perlu diketahui bahwa uang yang selama ini kita punya itu memiliki sifat serta sudah diberikan teorinya oleh para pakar seperti Irving Fisher, JM, Keynes dan David Ricardo.

Teori tersebut bisa dikelompokkan menjadi 3, antara lain:

  • Teori Internal
  • Teori Nominalisme
  • Teori Barang.

A. Teori Internal

Teori yang pertama yaitu internal. Teori ini bisa kita kelompokkan menjadi 5, antara lain seperti:

1. Teori Kuantitas

Teori kuantitas merupakan sebuah teori yang menyatakan bahwa perubahan nilai pada uang itu disebabkan oleh faktor perubahan jumlah yang tersebar atau beredar.

Jadi, jika uang yang beredar tersebut semakin banyak, maka bisa dipercayai bahwa harga barang juga akan semakin naik tinggi.

Teori ini tidak melihat faktor kecepatan pada peredaran uang. Teori ini dikemukakan oleh David Ricardo. Teori kuantitas juga bisa ditulis seperti persamaan di bawah ini.

KETERANGAN
M = jumlah uang yang beredar
K  = konstanta
P  = harga pada barang

2. Teori Kuantitatif

Teori ini dikembangkan oleh Irving Fisher. Teori ini juga menyatakan bahwa pada nilai uang dipengaruhi oleh jumlah barang serta jasa yang diperdagangkan. Jumlah uang yang sudah beredar dan kecepatan pada peredaran uang.

Persamaan dari teori ini dapat kita lihat sebagai berikut:

M × V = P × T
KETERANGAN
M = jumlah uang yang beredar
V  = kecepatan pada peredaran uang
P  = harga barang
T  = jumlah barang yang diperdagangkan

3. Teori Pendapatan

Untuk teori pendapatan ini dikemukakan langsung oleh J.M. Keynes. Teori ini telah dianggap sebagai penyempurnaan dari teori kuantitatif.

Teori pendapatan ini mengatakan bahwa dalam memegang uang itu terdapat 3 motif, antara lain:

  1. Motif transaksi.
  2. Motif berjaga-jaga.
  3. Motif spekulasi.
M × Vy = Py × Ty
KETERANGAN
M  = jumlah uang yang sudah beredar
Vy = Kecepatan pada peredaran pendapatan uang
Py = harga pada barang
Ty = jumlah barang

4.  Cash and Balance Equation Theory

Kalau teori ini dikemukakan oleh D.H. Robertson. Teori sebenarnya hampir sama saja dengan teori kuantitas yang tadi sudah kita bahas di atas. Irving Fisher jika dilihat pada persamaan di bawah ini:

M = K × P × T
KETERANGAN
M = jumlah uang yang sudah beredar
K  = lama rata-rata pada persediaan kas
P  = harga yang terdapat pada barang
T  = jumlah barang yang diperdagangkan

5. Teori Persediaan Kas

Kalau untuk teori persediaan kas ini dikemukakan oleh Alfred Marshall. Rumus yang dibuat oleh Marshall ini merupakan suatu persamaan yang hampir mendekati kenyataan daripada persamaannya Irving Fisher.

Naiknya suatu permintaan akan uang tersebut membawa pengaruh terhadap menurunnya sebuah pendapatan dan diikuti dengan turunnya harga pada barang.

Kalau dalam perakteknya, teori ini sangatlah memperhatikan hubungan antara jumlah uang dengan pendapatan nasional.

Untuk persamaan teori persediaan, bisa dilihat pada contoh di bawah ini:

M = K × P × I
KETERANGAN
M = jumlah uang yang beredar
K  = konstanta
P  = harga pada barang
I   = pendapatan

B. Teori Nominalisme

Teori nominalisme ini bisa terbagi pada 5 kelompok, antara lain:

  1. Teori Kebiasaan merupakan sebuah teori yang menyatakan bahwa uang yang biasa diterima oleh masyarakat itu disebabkan pada kebiasaan masyarakat yang memakai benda tertentu dalam pertukaran.
  2. Teori Perjanjian (konvensi) merupakan uang yang diterima para masyarakat yang disebabkan terdapat sebuah perjanjian dalam memakai suatu benda ketika pertukaran. Pakar yang mempelopori teori perjanjian ini yaitu Thomas Aquinas.
  3. Teori Tuntuan (klaim) merupakan sebuah teori yang menyatakan bahwa, uang yang telah diterima oleh masyarakat itu disebabkan karena terdapat sebuah tuntutan akan barang-barang yang dibuat masyarakat. Pakar yang mempelopori teori ini yaitu S. Mill.
  4. Teori Kenegaraan merupakan suatu uang yang diterima oleh masyarakat, dikarenakan oleh ketetapan dari pemimpin yang dapat dipakai dalam pertukaran barang.
  5. Teori Realisme (fungsi) merupakan sebuah teori yang diterima oleh masyarakat, disebabkan adanya sebuah penilaian terhadap uang yang dapat memudahkan saat pertukaran sebuah barang. Yang mempelopori teori ini adalah David Hume.

C. Teori Barang

Teori barang ini dapat dikelompokkan menjadi dua, antara lain:

  1. Teori nilai batas, pada teori yang satu ini menyatakan bahwa, uang yang diterima oleh seluruh masyarakat itu disebabkan karena adanya suatu keperluan masyarakat terhadap barang dan juga jasa serta munculnya kepercayaan terhadap uang.
  2. Teori logam (katalistik), pelopor dari teori ini adalah Adam Smith, dia menyatakan bahwa uang yang diterima oleh masyarakat itu disebabkan bahan yang dibuat itu dari logam yang memiliki nilai cukup tinggi.

Permintaan Uang

Teori Permintaan dan Penawaran Uang
Pixabay.com

Permintaan uang merupakan suatu jumlah yang dicapai oleh setiap orang untuk melakukan transaksi saat pertukaran barang. Permintaan uang menurut J.M. Keynes, merupakan suatu permintaan yang bisa dipengaruhi oleh tiga motif, antara lain:

  • Motif Transaksi
  • Motif Spekulasi
  • Motif Berjaga-jaga

1. Motif Transaksi

Untuk bisa memenuhi kebutuhannya, seseorang hendaknya melakukan berbagai transaksi, baik membeli ataupun menjual barang serta jasa yang dimiliki.

Baca juga : Teori-teori Komunikasi

Alasan inilah yang membuat seseorang jadi membutuhkan yang namanya uang.

Uang dimiliki seseorang dapat dipakai untuk membeli keperluan, misalnya seperti membeli baju, membayar tiket kereta api, tiket pesawat dan jenis kebutuhan yang lainnya.

2. Motif Spekulasi

Rumah tangga maupun perusahaan itu memiliki sebuah bentuk kekayaan yang tentunya berbeda-beda. Ada yang disimpan dalam uang serta ada juga yang dalam bentuk surat-surat yang berharga.

Di waktu yang akan datang, surat-surat berharga itu dapat diperjualbelikan di setiap saat. Tetapi nilainya sangat tidak pasti.

Suku bunga deviden yang terdapat dalam surat berharaga itu sangatlah berpengaruh dalam menentukan besarnya terhadap jumlah permintaan uang. Di saat suku bunga deviden itu bernilai sangat tinggi, maka bisa mendorong masyarakat untuk memakai uangnya untuk membeli surat tersebut.

Tetapi, jika surat berharga itu bernilai rendah, maka masyarakat akan cenderung untuk memakai uangnya pada keperluan yang lainnya.

3. Motif Berjaga-jaga

Selain dipakai untuk melakukan sebuah transaksi, pada dasarnya seseorang itu memerlukan uang untuk menghadapi masalah penting yang akan terjadi pada masa mendatang.

Contohnya: Masa depan seorang buruh yang pastinya akan segera pensiun. Maka saat masih bekerja, buruh itu akan menyimpan uang yang didapat dalam bentuk investasi ataupun tabungan.

Kurva Permintaan Uang

Kurva permintaan merupakan sebuah kurva yang menampilkan jumlah uang yang diminta bersama suku bunga. Permintaan jumlah uang tersebut akan berbanding terbalik dengan suku bunga yang masih berlaku.

Artinya kurva permintaan uang itu mempunyai kemiringan yang negatif. Berikut contoh gambar kurva di bawah ini

Teori Permintaan dan Penawaran Uang

Berdasarkan contoh kurva di atas, bisa dijelaskan bahwa R1, jumlah yang diminta yaitu M1 dan ketika suku bunga R2, jumlah uang yang diminta adalah M2.

Kalau mengalami penurunan suku bunga dari R1 sampai R2, maka jumlah uang yang akan ditagih itu akan meningkat dari M1 menjadi M2.

Kesimpulan: Semakin rendah tingkat pada suku bunga, maka akan semakin banyak orang yang memegang uang dengan tujuan spekulasi. Dan sebaliknya, kalau semakin tinggi suku bunganya, maka keinginan orang untuk memgang uang akan semakin rendah.

Pergeseran Kurva pada Permintaan Uang

Kurva permintaan uang dapat bergeser ke kanan dan ke kiri. Kalau pergeseran itu dipengaruhi oleh faktor selain dari suku bunga.

Faktor tersebut merupakan pendapatan nasional. Coba perhatikan kurva di bawah ini, jika pendapatan nasionalnya itu meningkat, maka kurva permintaan uang akan bergeser ke arah kanan (MD1 menjadi MD2).

Tetapi, kalau pendapatan nasional tersebut itu turun, maka kurva permintaan uang juga akan bergeser ke arah kiri (MD1 menjadi MD3).

Teori Permintaan dan Penawaran Uang

Teori Permintaan dan Penawaran Uang (Penawran Uang)

Penawaran uang merupakan jumlah uang yang sudah siap untuk diedar kepada masyarakat pada daerah-daerah tertentu untuk memenuhi kebutuhan transaksi.

Uang yang beredar pada perekonomian itu juga disebut dengan stok uang.

Terdapat dua pengertian uang yang sudah beredar yaitu

  • Uang dalam arti luas (broad mone atau M2).
  • Uang dalam artian sempit (narrow mone atau M1).
Teori Permintaan dan Penawaran Uang
Pixabay.com

Uang dalam artian luas merupakan M1 yang ditambahkan dengan uang kuasi (tabungan) deposit, pasar dana, rekening serta valuta asing punya swasta domestik dan juga sebagainya).

Uang dalam artian sempit yaitu semua uang yang terdapat pada peredaran baik uang giral ataupun uang kertal.

Baca juga : Teori Erik Erikson

Mata uang merupakan salah satu alat pertukaran yang secara resmi sudah diterima dalam perekonomian masyarakat. Itu berarti, mata uang juga sebagai salah satu stok uang.

Stok uang yang dihitung pada M1 merupakan simpanan yang cukup mudah ditarik atau dicairkan seperti rekening koran (demond deposit), traveler scheque dan yang lainnya.

Kurva Penawaran Uang

Jumlah uang yang telah beredar pada perekonomian itu sudah ditentukan oleh pemerintah melalui Bank Central dan jumlahnya itu tetap dalam jangka pendek.

Kurva pada penawaran uang dapat kita lihat pada contoh gambar di bawah. Di situ dapat kita lihat terdapat perubahan suku bunga tidak mempengaruhi jumlah uang yang beredar.

Teori Permintaan dan Penawaran Uang

Pergeseran Kurva Penawaran Uang

Kurva penawaran uang dapat bergeser ke arah kanan ataupun ke arah kiri. Pergeseran tersebut itu disebabkan oleh faktor selain dari suku bunga.

Faktor tersebut merupakan sebuah pendapatan masyarakat, pengeluaran pemerintah tingkat kredit serta tingkat harga barang.

 

Bentuk pergeseran pada kurva penawaran itu dapat dilihat pada gambar di atas. Pergeseran pada kurva MS0 menjadi MS1, itu menunjukan sebuah penawaran uang yang bertambah.

Akan tetapi kalau kurva MS0 menjadi MS1, itu berarti jumlah uang yang beredar telah mengalami penurunan.

Demikian pembahasan mengenai 5 teori permintaan dan penawaran uang dengan kurva yang bisa kami jelaskan. Semoga bisa menambah wawasan kalian semua dan bisa bermanfaat. Terima kasih sudah mau membaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like